Jika Anda menderita diabetes maka berhati-hatilah bahwa risiko munculnya beragam gangguan kesehatan juga meningkat.
Kadar glukosa darah yang terus-menerus tinggi dapat menimbulkan penyakit serius yang berdampak terhadap jantung dan pembuluh darah, mata, ginjal, saraf, kaki, atau gigi. Di samping itu, risiko terjadinya infeksi juga meningkat.1
Penyakit mata: sebagian besar orang dengan diabetes akan mengalami beberapa jenis penyakit mata (retinopati) yang mengakibatkan penurunan penglihatan atau kebutaan. Kadar glukosa darah yang terus-menerus tinggi, bersama-sama dengan tekanan darah tinggi dan kadar kolesterol tinggi, merupakan penyebab utama retinopati. Akan tetapi, diagnosis dini dan pengobatan yang tepat waktu terhadap retinopati diabetik dapat mencegah terjadinya gangguan penglihatan dan kebutaan. Pengelolaan diabetes meliputi pengendalian tekanan darah, kadar glukosa darah, dan kadar lemak darah.
Komplikasi oral: diabetes dan kesehatan oral yang buruk dapat saling berdampak negatif dalam hubungan dua arah. Orang dengan diabetes semakin berisiko mengalami peradangan gusi (periodontitis) jika kadar glukosa darah tidak dikelola dengan baik. Pemeriksaan oral secara teratur harus dilakukan untuk memastikan diagnosis dini, khususnya bagi mereka dengan diabetes yang tidak terdiagnosis sebelumnya dan penatalaksanaan yang cepat terhadap komplikasi oral pada orang dengan diabetes.
Penyakit kardiovaskular: diabetes dan penyakit kardiovaskular (CVD) dikaitkan dengan beragam kondisi kardiovaskular yang secara bersama-sama menjadi penyebab terbesar penyakit dan kematian bagi orang dengan diabetes. Orang dengan diabetes dua hingga tiga kali lebih rentan mengalami penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes. Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan sistem koagulasi darah lebih aktif, sehingga risiko terbentuknya bekuan darah semakin meningkat.
Penyakit ginjal: jauh lebih sering dialami oleh orang dengan diabetes dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh darah kecil, yang dapat menjadikan ginjal kurang efisien atau bahkan terjadi kegagalan fungsi ginjal. Mempertahankan kadar glukosa darah dan tekanan darah yang mendekati normal dapat mengurangi risiko penyakit ginjal secara signifikan
Komplikasi kehamilan: wanita dengan diabetes tipe apa pun selama kehamilan berisiko mengalami sejumlah komplikasi jika mereka tidak memantau dan mengelola kondisi mereka dengan saksama. Diabetes gestasional dikaitkan dengan beberapa hasil kehamilan yang buruk. Wanita dengan diabetes gestasional selanjutnya berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2, terutama tiga hingga enam tahun setelah persalinan, sehingga penting bagi wanita yang mengalami diabetes selama kehamilan atau GDM untuk mengendalikan dan memantau kadar glukosa darah mereka dengan saksama untuk mengurangi risiko hasil kehamilan yang tidak menguntungkan dengan dukungan dari penyedia layanan kesehatan mereka.
Penyakit saraf: Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf di seluruh tubuh jika glukosa darah dan tekanan darah terlalu tinggi. Fakta menyebutkan bahwa komplikasi kaki dan anggota gerak bawah pada penderita diabetes dialami antara 40 hingga 60 juta penderita diabetes di seluruh dunia. Kerusakan saraf pada area ini disebut neuropati perifer, dan dapat menyebabkan rasa nyeri, kesemutan, dan hilangnya kepekaan. Hilangnya kepekaan adalah kondisi yang perlu mendapat perhatian lebih karena cedera bisa saja terjadi tanpa disadari sehingga menimbulkan infeksi serius dan bisa saja dilakukan amputasi.
*Berdasarkan data Federasi Diabetes Internasional
1. International Diabetes Federation. About Diabetes. Complications. Tersedia di https://www.idf.org/aboutdiabetes/complications.html. Diakses Juni 2022.
ID-NONT-00224